kamu berdiri seolah menanti
kalau-kalau isi kepalaku tumpah, meruah di depanmu dan berbau busuk
kamu cari cacing-cacing yang mengisi basi
lokus sesak bekas pacar-pacarku
kamu tunggu nyanyian naga bersalin
bunyinya seperti degup jantungmu, satu-satu
kamu raba isinya juga, jangan-jangan memang kosong melompong
lokus sempit bekas pacar-pacarmu
sebutlah kita
sebuah dimensi dari kepingan jiwa, esa
melayang bebas seperti gunung es
aku, kamu dan bekas pacar-pacar kita
terkapling dalam derajat sinus yang sama besar
dunia telah berbeda
Malang, April 8th 2010
Gludug, Gelap, mau hujan
seperti angin teriris sembilu terjadi tapi tak teraba
terpecah retak di atas mayapada…
senang, gulana terpecah oleh sesak nafas asa
yang dulu diam kini menjadi diam pula…
dan kini hanya tertawa karena kita tak berdaya
haha ..haha… isi ruang kosong tak bernuasnsa
sementara… rintih pecinta tebarkan kecewa
walau esa asa memungkinkan tumbuh berdasa..
Nice poetry
mantap mbak…
perih bacanya
Hmmm…so touch….!!!
mnyimak, kunjungan balik ya kk